Ditulis pada 7 July 2021 , oleh immawa , pada kategori Berita

Studio Perencanaan Permukiman Kota atau bisa disebut SPPK merupakan salah satu mata kuliah wajib yang ditempuh oleh mahasiswa PWK FT-UB pada semester 2. Terdapat tiga wilayah studi yang digunakan untuk penelitian pada tahun 2021, yaitu Kelurahan Mojolangu, Tunjungsekar, dan Tunggulwulung yang berada di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Tujuan dari studio ini adalah mengidentifikasi kondisi beberapa infrastruktur sektor kebutuhan dasar masyarakat dalam skala kelurahan. Selain itu, penelitian juga dibantu oleh tim database untuk mengetahui penggunaan lahan dan tim integrasi untuk mengetahui kependudukan pada wilayah tersebut.

Tahapan awal yang dilakukan yaitu dengan melakukan survei untuk memenuhi data pada Laporan Hasil Survei (LHS). Survei dilakukan pada 3 kelurahan yang ada di Kecamatan Lowokwaru dengan mengidentifikasi beberapa sektor, mulai dari sektor perumahan, sektor sarana, sektor jalan, sektor air bersih, sektor drainase, sektor persampahan, dan sektor sanitasi. Survei dilakukan secara primer melalui tinjau langsung ke lapangan dan survei sekunder melalui dokumen atau literatur terkait studi.

Survei semester ini berbeda dengan tahun sebelumnya, hal tersebut dikarenakan masa pandemi yang masih berlangsung di Indonesia menyebabkan tidak semua mahasiswa bisa turun untuk melakukan survei. Walaupun dengan kondisi yang demikian, tim survei tidak menyerah untuk mencari solusi dalam melengkapi kebutuhan data dalam penelitian ini. Pembagian waktu merupakan salah satu hal yang sangat penting karena tim survei tidak hanya berfokus pada sektor masing-masing, melainkan saling membantu mencari data untuk sektor lainnya dikarenakan sumber daya manusia yang terbatas.

Data yang telah didapat dari proses survei akan diolah serta dianalisis dalam Fakta dan Analisa (FA). Proses pengerjaan dilakukan secara bersama-sama melalui zoom maupun media lainnya. Banyak tantangan yang telah dilewati seperti adanya kendala jaringan yang tidak stabil, pemadaman listrik pada wilayah serta jam tertentu, keterbatasan kuota internet, dan masih banyak lagi. Akan tetapi, hal tersebut tidak menjadi penghalang dalam penyelesaian SPPK 2021. Revisi demi revisi diselesaikan hingga menjelang waktu sahur. Candaan “sahur sambil revisi” selalu meramaikan topik pembicaraan dalam obrolan grup. Tidak lupa kami juga selalu memberi semangat satu sama lain sehingga kekompakan kelompok bisa tetap terwujud walau tidak bertemu secara langsung.

Setelah tahap FA selesai, hasil analisa akan digunakan untuk menyusun rencana terkait pengembangan infrastruktur sektor kebutuhan dasar masyarakat di masa mendatang dalam Laporan Rencana (LR). Hasil survei, hasil analisa, dan hasil rencana oleh masing-masing kelompok dipresentasikan secara daring karena situasi dan pandemi. Presentasi merupakan hari yang menjadi ajang menegangkan karena adanya kekhawatiran jika data yang kami olah masih belum optimal. Setelah ketiga presentasi dilakukan, kami mendapatkan output dari SPPK 2021 yang berbentuk laporan, peta, executive summary, video, dan advice book. Executive summary dan video SPPK 2021 dapat diakses melalui link berikut. https://drive.google.com/drive/folders/1KfhPo6jF2SeSYs7hrV0EKXUKv30i0tEa

Anadya mengatakan bahwa Studio Perencanaan Permukiman Kota menjadi studio pertama kami di dunia perkuliahan, studio pertama yang mengenalkan kami tentang sulitnya menata lahan, mengatur kependudukan, dan merencanakan permukiman dari berbagai sektor. SPPK 2021 membawa kami mengenal kehidupan mahasiswa PWK-UB yang penuh dengan kerja sama tim, dalam membuat laporan, peta, dan lain-lainnya. Pada akhirnya, kami harap segala cita-cita baik yang kami impikan dalam studio kali ini dapat terwujud dalam proses panjang serta suka duka yang telah dilewati.